Data menjadi sumber yang sangat penting dan mahal di pusat data. Aplikasi pada infrastruktur TI menuntut percepatan diera virtualisasi, dan bersamaan dengan itu jumlah data yang kritis juga semakin banyak. Sehingga insfrastruktur dengancara menumpuk server tidak dapat berjalan.

Tempat pusat data pada umumnya membutuhkan banyak produk yang berbeda demi memberikan solusi bagi aplikasi perusahaan: kinerja, perlindungan data, efisiensi data, dan di manajemen global yang terpusat.

Kenapa begitu banyak produk yang berbeda?

Aplikasi perusahaan membutuhkan kemampuan penting ini. Ketika pusat data diperluas dan volume data bertambah, teknologi terdepan inilah satu-satunya pilihan yang tersedia untuk dapat memenuhi kebutuhan aplikasi. Pada awalnya, mungkin hanya butuh satu perangkat deduplikasi saja untuk backup data atau optimasi perangkat untuk WAN saja. Namun seiring waktu, jumlah server mulai bertambah banyak. Banyak yang awalnya tidak dirancang untuk aplikasi virtualisasi dan beban kerja, sebagian besar tidak dirancang untuk bekerja sama dengan produk lainnya.

Umumnya, masing-masing produk ini dibeli dari vendor yang berbeda, masing-masing memerlukan pelatihan terpisah, masing-masing dikelola dari layar manajemen terpisah, masing-masing membutuhkan dukungan dan kontrak pemeliharaan yang terpisah, dan masing-masing dibeli pada siklus penyegaran yang berbeda.

Efisiensi data, termasuk deduplikasi, kompresi, dan pengoptimalan tulisan, adalah satu contoh spesifik dari apa yang menyebabkan proliferasi perangkat dan teknologi yang berbeda di pusat data. Ketika diperkenalkan di pasaran pada pertengahan 2000-an, deduplication dirancang khusus untuk backup data. Dalam kasus ini, mengoptimalkan kapasitas sangat penting, mengingat redundansi data yang sangat besar dan volume data yang terus meningkat untuk dicadangkan dan dipertahankan. Deduplikasi kemudian menyebar ke fase-fase terpisah dari siklus data karena organisasi TI dapat melihat manfaatnya:

  • Mobilitas data yang ditingkatkan — Virtualisasi server adalah prinsip dasar dari mobilitas VM, tetapi mengelola datadengan struktur data yang tidak fleksibel seperti LUN dapat menghambat mobilitas dalam lingkungan infrastrukturtradisional secara signifikan. Ketika data diduplikasi, akan lebih mudah untuk memindahkan VM dari satu pusat data kepusat data lainnya.

  • Peningkatan kinerja — Ketika data diduplikasi, lebih sedikit data yang perlu disimpan ke disk atau dibaca dari Ini memperkuat kondisi lingkungan aplikasi seperti infrastruktur desktop virtual (VDI), di mana banyak bootdilakukan dapat menghasilkan beberapa GB untuk disimpan ke disk.

  • Efisiensi penggunaan tempat penyimpanan — Kapasitas yang dibutuhkan dapat dikurangi 2–3X dalampenggunaan utama berdasarkan dari penggunaan efektif dari deduplikasi, kompresi, dan optimalisasi.

  • Masa pakai penyimpanan flash yang lebih efisien — Proses deduplikasi yang beroperasi pada titik yang tepat dalamaliran data dapat mengurangi penggunaan data yang disimpan ke hard disk solid-state (SSD), yang memiliki umurterbatas berdasarkan jumlah penulisan. Mengoptimalkan penulisan dapat semakin meningkatkan umur SSD denganmembagi beban kerja secara merata pada seluruh disk.

  • Pengurangan bandwidth yang drastis pada replikasi antar situs — Dua puluh tahun yang lalu, organisasi TIdidedikasikan untuk satu pusat data utama, namun saat ini, hampir semua pengelola TI memegang banyak situs.Transfer data yang efisien antar situs merupakan persyaratan mendasar dari infrastruktur untuk banyak situs.Menggandakan data sebelum dikirim ke situs membuat transfer itu sendiri menjadi lebih efisien serta menghematsumber daya bandwidth yang lebih signifikan.

Terlepas dari perkembangan deduplikasi selama dekade terakhir, serta besarnya manfaat kapasitas dan performa yang dihasilkannya, teknologi lama masih belum dapat memenuhi janji akan efisiensi data yang diberikan untuk semua siklus hidup. Sama halnya dengan penggunaan awal deduplikasi pada perangkat backup, efisiensi data hanya terlaksana pada titik-titik produk atau perangkat tertentu pada tahap individu pada siklus hidup sebuah data. Beberapa produk hanya menerapkan deduplikasi pada sebagian data, sehingga hanya memberikan keuntungan terbatas jika dilihat dari efisiensi secara keseluruhan. Produk lain hanya menerapkan teknologi kompresi dan salah dalam menggunakan istilah "deduplication." Dalam sistem penyimpanan utama, latency yang mungkin dihasilkan deduplikasi dapat memberikan efisiensi data yang terjadi pada "awal-proses," yang sangat membatasi operasi lain seperti replikasi dan backup. Sebagian besar implementasi tanggung ini adalah hasil dari penambahan deduplikasi ke arsitektur yang sudah dimiliki, ketimbang mengembangkannya sebagai pondasi untuk keseluruhan arsitektur.

Berbagai hasil tanggung yang diberikan teknologi yang sudah ada, memiliki berbagai tingkatan manfaat, akan tetapi permasalahan yang ada tidak dapat dibenahi; sehingga pada akhirnya tidak dapat memberikan infrastruktur data mobile yang optimal. Tim TI akan menghabiskan biaya akuisisi yang lebih tinggi dan bahkan lebih rumit karena mereka hanya melakukan tambal sulam dalam mencari solusi efisiensi data yang tidak lengkap di tengah beban infrastruktur lainnya.

Banyak organisasi TI telah berinvestasi dalam sembilan atau lebih produk terpisah, masing-masing dirancang untuk memberikan beberapa tingkat efisiensi (deduplication, kompresi, dan/atau optimalisasi) yang diberikan dalam beberapa tahap yang lebih spesifik dalam siklus hidup data. Tahapan-tahapan ini meliputi:

  1. Flash cache di server

  2. DRAM dan/atau Flash cache/tier dalam penyimpanan array

  3. Disk di penyimpanan array

  4. Semua Flash array

  5. Alat cadangan di pusat data utama

  6. Arsip atau penyimpanan sekunder array

  7. DR penyimpanan array

  8. Alat pengoptimalan WAN

  9. Alat cloud gateway

Apa yang dibutuhkan adalah penggunaan efisiensi data komprehensif di seluruh siklus hidup data. Menggandakan, mengompresi, dan memecahkan permasalahan data sebelum menjadi masalah memberikan performa serta mengoptimalkan kapasitas sebelum terjadi redudansi dan menghabiskan sumber daya pada seluruh infrastruktur.