Bekerja untuk perusahaan dengan asas Data Security, akan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan pencadangan (Back up) dan data. Terkadang yang terlintas dalam pikiran adalah cara mencadangkan, mengamankan, mengenkripsi, dan melindungi data dari ancaman terutama kehilangan, kegagalan hardware, peretasan, dan lainnya. Sehingga banyak yang bertanya “Seberapa sering kita harus mencadangkan data, baik itu data pemerintah, bisnis, atau di rumah”.


Mencadangkan data adalah menjadi hal yang paling utama. Pasalnya, data saat ini berperan penting dalam bisnis.


Sebuah perusahaan dan organisasi di seluruh dunia mengetahui pentingnya sebuah data, namun, belum banyak orang yang tahu seberapa sering mereka perlu mencadangkan agar data tetap aman.


Menentukan waktu yang pas, tidak memakan waktu banyak dan mudah untuk dilakukan adalah kunci dalam mencadangkan sebuah data.


Berbicara pencadangan sebenarnya adalah masalah tanggung jawab. Sederhananya seperti ini

Buat cadangan setiap hari dan Anda tidak akan pernah merasa takut kehilangan data Anda.


Pencadangan data yang tepat dapat memudahkan semua bagian, baik itu pelanggan dan karyawan atau penyedia layanan.


Hal tersebut dapat membuat pelanggan merasa puas karena datanya aman dan tidak perlu menunggu lama ketika saat sedang dibutuhkan.


Bayangkan apa yang terjadi jika Anda melewatkan proses pencadangan, bagaimana Anda dapat mengembalikan data yang hilang dan menurunkan amanah pelanggan akibat kecerobohan karena tidak melakukan pencadangan di waktu yang tepat.


Faktor Bencana

Bencana dapat terjadi di semua tempat tidak menutup kemungkinan di pusat kota yang bebas bencana sekalipun. Contohnya, pada saat gedung Cyber di Jakarta kebakaran. Banyak perusahaan dan pribadi yang dirugikan karena masalah tersebut.


Data mereka yang tersimpan rapi dan merasa aman ternyata dapat lenyap begitu saja seketika ketika terjadi bencana.


Hal tersebut memang tidak dapat dihindarkan, tetapi dapat diminimalisir dengan cara memilih kapan waktu pencadangan sebuah data.


Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyimpulkan, 52% kasus kehilangan sebuah data disebabkan oleh bencana, baik itu bencana alam seperti banjir, gempa, ataupun yang dibuat oleh manusia secara tidak sadar.


Banyak usaha yang tutup setelah mengalami bencana dan tidak mampu untuk membukanya kembali. Hal itu dikarenakan kurang sigapnya perusahaan tersebut dalam penanganan resiko.


Manajemen Resiko

Jadi, mungkin Anda hanya menggunakan komputer untuk sesekali menonton video dan YouTube. Dalam hal ini, apa yang telah dijelaskan sebelumnya tentang mencadangkan data Anda setiap hari mungkin agak berlebihan.


Tetapi jika sumber utama pencaharian Anda bergantung pada data bisnis Anda atau banyak foto-foto kenangan yang yang Anda sangat takut jika kehilangan foto tersebut. Maka, Anda harus lakukan pencadangan setiap kali Anda ingat, atau jadwalkan setidaknya setiap minggu.


Setiap orang memiliki kumpulan data yang berbeda dan menghasilkan data baru dengan kecepatan yang berbeda. Mungkin setiap minggu masuk akal untuk gaya hidup Anda. Tetapi jika Anda adalah bisnis atau organisasi, pencadangan harian adalah yang terbaik, dan mengetahui resiko kehilangan data sangat penting.


Agar tidak terjadi hal yang tidak terduga tersebut, maka mulai dari sekarang jadwalkan pencadangan data Anda secara rutin.