Data Center merupakan sebuah pusat data yang menyimpan berbagai macam data dan informasi. Data yang terdapat pada data center memiliki sifat berkembang. Mereka dapat bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Seiring berjalannya waktu juga, penerapan data pada data center mulai diaplikasikan di berbagai macam bidang, salah satunya yakni teknologi keamanan. Mungkin kita familiar dengan CCTV, namun bagaimana jika CCTV digunakan untuk merekam dan mentracking wajah seseorang? Itu jelas membutuhkan data untuk mengenali wajah seseorang. Masih banyak penerapan data center pada teknologi keamanan, berikut beberapa contoh penerapan pembahasannya.


  1. Automatic Drone

Peran drone untuk kebutuhan foto dan video di area yang sulit dijangkau jika menggunakan kamera biasa, memang menjadi solusi. Apalagi drone dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan remote pengendalinya. Kini kamu bisa dengan mudah mengakses remote pengendali drone yang dimiliki langsung melalui smartphone.

Cukup dengan instal beberapa aplikasi pilihan, kamu bisa mewujudkan hal tersebut secara mudah. Namun, tidak semua aplikasi yang dapat mengendalikan drone dilengkapi fitur-fitur tertentu. Hanya beberapa aplikasi saja yang memiliki fitur lengkap seperti melacak durasi penerbangan atau mengetahui cuaca.

Sekarang banyak aplikasi digital yang mendukung aktivitas tersebut. Contohnya aplikasi seperti Hover dan Airmap. Di mana, aplikasi ini memberikan fitur pemetaan serta lokasi. Ditambah dengan informasi cuaca yang bisa menjaga keamanan drone saat diterbangkan. Aplikasi ini juga memungkinkan kamu untuk mengetahui tempat di mana kamu bisa dan tidak boleh menerbangkan drone serta merekam durasi terbang atau flight log drone. Semua aplikasi itu terhubung dan menggunakan data pada data center.


  1. Facial Recognition 

Sistem pengenalan wajah yang digunakan dalam pengamanan teknologi biometrik berfungsi sebagai password dalam cara kerjanya menggunakan ekspresi seseorang tanpa direkayasa, dibuat-buat atau biasa disebut dengan released face.

Pada sistem pendeteksian wajah terdapat bagian titik yang dianggap paling dipercaya dan lebih akurat untuk digunakan dalam sistem keamanan biometrik. Bagian-bagian ini terdiri dari mata, alis mata dan mulut. Maka dari itu untuk mendapatkan bagian ini diperlukan bagian dari wajah yang dinormalisasi berdasarkan tepian dari pemetaan. Dari penjelasan tersebut, untuk mengenali bagian-bagian titik tersebut dapat digunakan suatu pendekatan vector quantization yang terawasi.

Terdapat beberapa prinsip kerja pada sistem keamanan biometrik, diantaranya yaitu akurasi dari implementasi biometrik dimana pada teknologi biometrik akan memberikan peningkatan yang signifikan dalam akurasi pengidentifikasian identitas seseorang. Kemudian prinsip kerja yang selanjutnya yaitu metode pembuktian keaslian, pengiriman informasi dalam pelayanan, privasi masyarakat dan faktor eksternal. Semua sistem ini merekam dan terhubung dengan informasi dan data-data pada data center.


  1. Satelit Pengintai 

Satelit pengintai merupakan satelit komunikasi yang digelar untuk keperluan militer maupun intelijen. Satelit ini umumnya merupakan teleskop bintang yang diarahkan ke Bumi dan bukan ke arah bintang.

Satelit pengintai bisa digunakan untuk memantau area dari jarak jauh. Pengembangan terbaru untuk benda orbit luar angkasa tersebut dapat dimanfaatkan untuk bidang keamanan dan pertahanan.

Satelit akan mampu mendeteksi objek di permukaan Bumi, memperlihatkan gambar secara detail. Tidak hanya itu, satelit juga bisa diandalkan dalam kondisi malam hari serta mampu memantau permukaan Bumi yang tertutupi oleh awan. Semua proses tersebut terkoneksi dan bertambah seiring dengan banyaknya data yang dikirim ke data center.


  1. Emergency Tools

Dalam keadaan darurat peran data pada data center dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah kendala yang dihadapi. Contohnya berupa sensor panggilan darurat yang terdapat pada smartwatch. Apple Watch dapat memanggil pertolongan darurat ketika denyut nadi pengguna terbaca tidak stabil dan membutuhkan pertolongan. Hal tersebut pernah terjadi di Amerika Serikat ketika seorang lansia terjatuh dan tak sadarkan diri, sistem Apple Watch yang terhubung dengan data center melakukan panggilan ambulan sebagai respon kejadian tersebut.

Contoh lainnya adalah translate tools yang dapat digunakan di berbagai macam alat komunikasi modern. Alat ini dibutuhkan ketika dalam kondisi darurat dan Anda dihadapkan dengan penggunaan bahasa yang berbeda. Data center memuat berbagai macam informasi bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya. Sehingga keterbatasan bahasa dalam kondisi darurat dapat terbantu.


Kesimpulan

Dengan berkembangnya teknologi informasi yang terdukung pada data center memungkinkan terciptanya inovasi-inovasi yang dapat membantu dalam kehidupan manusia. Tidak terkecuali teknologi pada keamanan yang penerapannya mulai kita rasakan saat ini. Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan data, tidak memungkinkan segala aspek kehidupan kita tersokong oleh berbagai perangkat yang terhubung dengan data center.