Mengelola server dan menjaganya agar tetap berfungsi dipengaruhi oleh berbagai aktivitas dan kemampuan hardware yang anda miliki. Berikut berbagai tips yang Anda dapat ikuti untuk memelihara server anda .

 

1. Sirkulasi udara di ruangan server

Suhu ruangan sebaiknya jangan terjebak, karena yang harus diperhatikan adalah suhu perangkat. Seringkali suhu ruangan dingin baik, tapi di perangkat panas luar biasa. Oleh karena itu pastikan sirkulasi udara terjadi dengan baik. Sumber udara dingin (atau kita bisa sebut AC atau PAC = Precision Air Conditioner) akan membantu menjaga suhu ruangan yang diinginkan.

Penempatan perangkat dalam Rak juga menjadi perhatian. Dengan menempatan perangkat baik, maka sumber udara dingin (Server Inlet Temp) yang merupakan akan membantu menjaga suhu perangkat dengan baik. Untuk area yang kosong dapat ditutup dengan Blanking Panel yang biasanya disediakan oleh penyedia Rak.

 

2. Manajemen power

Pada dasarnya Sumber Power Sistem daya listrik Data Center mencakup semua komponen yang merupakan bagian dari jalur kebutuhan distribusi listrik data center. Di dalamnya termasuk jalan untuk memindahkan listrik dari fasilitas utilitas Trafo PLN dan Genset  ke alokasi khusus untuk  server, subsistem penyimpanan,  networking switchesrouter dan firewall, serta pemasangan kabel dan physical racks yang digunakan untuk mengatur dan menghubungkan peralatan IT sesuai dengan fungsinya.

Pada pengelolaanya, tidak boleh sama sekali lost power sehingga menimbulkan offlinePower  harus dipastikan memenuhi syarat power consumption device data center dari segi voltage 3 Phasa dan single phasa, frekuensi listrik.

 

3. Manajemen Keamanan Fisik dan Data

Idealnya, bangunan data center yang baik memiliki jarak sekitar 10 meter dari bangunan yang lain. Artinya, sebaiknya lingkungan di sekeliling bangunan data center haruslah merupakan bidang kosong. Hal ini akan memudahkan Anda untuk melakukan pengawasan terhadap bangunan data center. Pasang kamera pengawas (CCTV) yang peka terhadap cahaya rendah serta tahan dalam berbagai suhu dan cuaca.

Untuk keamanan data, umumnya penyedia layanan data center menggunakan sistem firewall untuk mengamankan data-data di dalamnya. Sistem ini menyisakan lapisan beberapa infrastruktur jaringan dan perangkat yang dapat memberi hak akses pada pengguna-pengguna tertentu. Dalam sistem firewall, terdapat fitur-fitur seperti Network Address Translation (NAT), Port Address Translation (PAT), dan Virtual Private Network (VPN) yang sebenarnya dapat memberikan keamanan tingkat tinggi pada data center.

Namun, kenyataannya masih saja terjadi kebocoran data atau penyusupan jaringan server di data center. Kini telah muncul sebuah sistem baru bernama Zero Trust Network (ZTN), yakni sebuah pendekatan terhadap jaringan dan keamanan perangkat yang menempatkan keamanan di inti jaringan secara terpusat untuk seluruh aktivitas jaringan. ZTN merupakan transformasi dari sistem firewall dengan memeriksa seluruh paket yang melintas untuk memastikan bahwa paket tersebut aman dikirim. Selebihnya, selalu perbarui data port di switch terhubung kemanan.

 

4. Troubleshooting

Perangkat keras yang sudah melemah pada masanya perlu diganti, tetapi sampai saat itu, admin harus dapat melakukan troubleshooting  pada server agar tetap beroperasi. Langkah pertama yang penting dilakukan adalah mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada server. Admin dapat melihat seberapa luas cakupan masalah tersebut. Siapa saja pengguna yang terdampak, dan apakah mereka telah melaporkan kesalahan tersebut. Setelah menemukan cakupan masalah tersebut, admin dapat melakukan monitoring  dengan alat pemantauan peringatan, memeriksa koneksi jaringan, dan meninjau topologi server.

Troubleshooting dan penggunaan alat pemantauan dapat membantu  anda untuk mempertahankan ketersediaan sistem. Tetapi anda dapat melakukan usaha pencegahan dan  pemulihan dari kegagalan server. Itu termasuk mempertahankan ventilasi server dan kontrol suhu melalui perawatan rutin.

Kegagalan dalam melakukan update pada mesin-mesin juga termasuk masalah umum pada hardware server. Hal ini dapat mengakibatkan menurunan kinerja mesin. Untuk itu, Anda harus melakukan pengecekan terkait pembaharuan aplikasi, firmware, dan OS secara berkala.

Perhatian khusus juga harus diberikan pada keamanan dan daya pada server. Untuk keamanan koneksi daya pada server anda, selalu pastikan koneksi daya pada server anda tidak terputus. Lakukan pula pengetesan sewaktu anda melakukan pembelian.