Teknologi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dan analisis data modern, kebutuhan perusahaan akan media penyimpanan data (storage) berkinerja tinggi melonjak tajam. Sayangnya, kondisi ini dibarengi dengan tantangan baru di industri teknologi: kenaikan harga NAND Flash—komponen utama yang digunakan untuk membuat Solid State Drive (SSD) dan sistem penyimpanan All-Flash.
Bagi para Pemimpin IT dan Chief Information Officer (CIO), situasi ini menciptakan dilema. Di satu sisi, bisnis menuntut performa penyimpanan yang secepat kilat. Di sisi lain, anggaran belanja IT (IT spend) harus tetap dijaga agar tidak membengkak.
Untuk membantu menavigasi situasi ini, NetApp membagikan 6 strategi cerdas guna mengoptimalkan infrastruktur data Anda agar tetap efisien tanpa mengorbankan performa.
1. Optimalkan Infrastruktur yang Sudah Ada (Optimize Your Existing Estate)
Sebelum memutuskan untuk membeli perangkat penyimpanan baru dengan harga yang sedang tinggi, tengoklah kembali perangkat yang Anda miliki saat ini. Kunci utama dari strategi ini adalah memastikan setiap Gigabyte ruang penyimpanan yang Anda miliki sudah digunakan secara maksimal.
- Gunakan Jenis Storage yang Tepat: Tidak semua data perusahaan membutuhkan performa SSD kasta tertinggi. Anda bisa membagi beban kerja ke dalam tiga tingkat: high-performance flash (untuk data krusial), capacity flash (untuk data operasional harian), dan hybrid flash (kombinasi flash dan hardisk biasa). Dengan sistem operasi NetApp ONTAP, Anda bisa memindahkan beban kerja di antara ketiga jenis penyimpanan ini secara mulus tanpa mengganggu jalannya operasional bisnis.
- Cari Kapasitas yang “Menganggur”: Gunakan perangkat analisis seperti NetApp Data Infrastructure Insights untuk mendeteksi orphaned storage—yaitu ruang penyimpanan yang pernah dialokasikan untuk suatu proyek tetapi kini sudah ditinggalkan dan terlupakan. Dengan menemukannya, Anda bisa membersihkan dan menggunakan kembali kapasitas tersebut.
2. Maksimalkan Penempatan Data dengan Fitur Tingkat otomatis (Refine Data Placement with Tiering)
Faktanya, sebagian besar data di dalam perusahaan adalah data dingin (cold data), yaitu data lama atau arsip yang jarang sekali diakses tetapi wajib disimpan demi alasan hukum atau dokumentasi. Sangat tidak efisien jika cold data ini dibiarkan memakan tempat di dalam media SSD All-Flash yang mahal.
NetApp ONTAP memiliki fitur automated tiering (pengelompokan bertingkat otomatis). Sistem pintar ini akan mendeteksi data mana yang jarang disentuh, lalu memindahkannya secara otomatis ke media penyimpanan yang lebih murah, seperti hard disk drive (HDD) atau layanan cloud storage khusus arsip. Jika sewaktu-waktu data tersebut dibutuhkan kembali, NetApp akan langsung menariknya ke atas tanpa disadari oleh pengguna.
3. Imbangi Biaya Storage Lewat Optimasi Infrastruktur IT Lainnya (Offset Storage Costs with Infrastructure Optimization)
Ketika harga komponen penyimpanan di seluruh industri sedang naik, Anda bisa menyeimbangkan anggaran IT dengan melakukan penghematan di sektor lain.
Sebagai contoh, dengan menggunakan alat pantau infrastruktur NetApp, Anda bisa mengevaluasi lingkungan server virtual Anda. Sering kali ditemukan adanya komputer virtual (virtual machines) yang kapasitasnya berlebihan atau jarang digunakan. Dengan menggabungkan (konsolidasi) server-server virtual ini, Anda bisa mengurangi biaya lisensi software virtualisasi yang biasanya dihitung per inti prosesor (core). Anggaran yang berhasil dihemat dari lisensi tersebut bisa dialihkan untuk menutupi kenaikan harga perangkat penyimpanan data.
4. Perluas Kapasitas Hanya Saat Dibutuhkan (Expand Capacity “Just in Time”)
Pada sistem pengadaan barang tradisional, perusahaan sering kali terpaksa membeli kapasitas penyimpanan berukuran raksasa di awal sebagai cadangan untuk beberapa tahun ke depan. Di masa ketika harga NAND Flash sedang melonjak, strategi “beli borongan di awal” ini sangat merugikan karena Anda mengunci harga yang mahal untuk kapasitas yang belum tentu terpakai saat ini.
NetApp menawarkan arsitektur scale-out yang seragam. Artinya, Anda bisa menambah kapasitas penyimpanan sedikit demi sedikit, bulan demi bulan, sesuai dengan pertumbuhan nyata data Anda tanpa perlu mematikan sistem.
Bagi perusahaan yang menginginkan fleksibilitas total, layanan NetApp Keystone Storage-as-a-Service (STaaS) adalah solusinya. Lewat model ini, Anda tidak perlu membeli perangkat kerasnya, melainkan cukup membayar kapasitas yang benar-benar Anda gunakan (seperti sistem langganan). Saat data Anda bertambah, NetApp yang akan mengelola dan memperluas kapasitasnya secara otomatis.
5. Geser Beban Kerja Secara Fleksibel Lintas Cloud (Shift Workloads Across Clouds with NetApp ONTAP)
Biaya penyimpanan di komputasi awan (cloud) memang dipengaruhi oleh harga NAND Flash dunia, namun skema harganya sering kali memiliki ritme yang berbeda dengan pembelian perangkat keras fisik (on-premises).
NetApp ONTAP adalah satu-satunya perangkat lunak manajemen data enterprise yang tersedia secara bawaan (native) di tiga penyedia cloud terbesar dunia: AWS, Azure, dan Google Cloud. Dengan fitur Global Namespace dari NetApp, Anda bisa mereplikasi atau memindahkan data dari server lokal ke cloud, atau antar-penyedia cloud dengan sangat mudah. Fleksibilitas ini memungkinkan Anda untuk terus memantau posisi mana yang menawarkan efisiensi biaya terbaik sesuai kondisi pasar saat itu.
6. Evaluasi Total Biaya Kepemilikan (Evaluate True TCO Across the Lifecycle)
Saat mengevaluasi anggaran IT, jangan hanya terfokus pada harga beli awal perangkat (purchase price). Anda harus melihat Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan sepanjang siklus hidup teknologi tersebut.
Sistem penyimpanan NetApp dilengkapi dengan teknologi efisiensi data tingkat tinggi seperti deduplikasi, kompresi, dan pemadatan (compaction) data secara langsung (inline). Teknologi ini mampu mengecilkan ukuran data riil secara signifikan tanpa merusak kualitasnya. Hasilnya, jika Anda memiliki data mentah berukuran 100 TB, Anda mungkin hanya membutuhkan kapasitas SSD fisik sebesar 20-30 TB saja. Efisiensi ini tidak hanya menghemat biaya pembelian perangkat, tetapi juga menurunkan biaya konsumsi listrik dan pendingin di ruang pusat data (data center).
Konsultasikan Kebutuhan Penyimpanan Data Anda Bersama Griyasis
Menghadapi fluktuasi harga teknologi seperti NAND Flash membutuhkan perencanaan arsitektur data yang matang agar investasi IT perusahaan Anda tidak sia-sia. Untuk mengimplementasikan strategi efisiensi di atas dengan tepat, perusahaan Anda memerlukan mitra lokal yang berpengalaman.
Di Indonesia, Griyasis hadir sebagai penyedia resmi solusi dan produk NetApp. Sebagai mitra tepercaya, Griyasis tidak hanya menyediakan perangkat keras dan lisensi NetApp, tetapi juga siap membantu Anda:
- Melakukan audit dan analisis infrastruktur data Anda saat ini guna menemukan ruang penyimpanan yang tidak terpakai.
- Merancang solusi automated tiering menggunakan NetApp ONTAP agar beban biaya penyimpanan data Anda menurun drastis.
- Membantu transisi ke model fleksibel seperti NetApp Keystone (Storage-as-a-Service) untuk efisiensi arus kas perusahaan.
Dengan dukungan tim teknis ahli dari Griyasis, Anda dapat memastikan bahwa strategi penghematan anggaran IT perusahaan Anda berjalan sukses tanpa harus mengorbankan kecepatan, performa, maupun keamanan data bisnis Anda.




